BRNDLS : Pendarahan Album Baru

19 November 2010

BRNDLS –sebelumnya lebih dikenal dengan nama The BRANDALS– melepaskan sebuah single gratis ‘Start Bleeding’ secara unduh. Lagu ini merupakan sketsa perubahan musikal dari ben rok en roll ibu kota untuk album ke-empatnya “DGNR8” yang akan rilis Januari 2011 di bawah bendera Sinjitos Records.

Bergabungnya dua personil baru (gitaris PM dan basis Radit) sebagai formasi gres BRNDLS berefek pada alterasi warna musikalnya. Juga, terlibatnya produser Joseph Saryuf dalam proses aransemen musik dan tata suara berhasil membawa angin segar untuk evolusi musik BRNDLS di album barunya nanti.

READ MORE - BRNDLS : Pendarahan Album Baru

Mudahnya Jadi Developer OVI

17 November 2010



Anda mungkin pernah membaca artikel tentang Fahma, developer cilik yang menyita perhatian para pengembang yang tergabung dalam kelompok bernama Forum Nokia, beberapa minggu silam. Fahma, si bocah yang ogah main game-game penuh kekerasan itu memberi inspirasi bahwa membuat aplikasi ternyata bukan persoalan rumit.

Misalnya, dalam tempo beberapa menit ia bisa menuntaskan sebuah basic image untuk pembuatan aplikasi menggunakan perangat lunak Adobe FlashLite CS3 lengkap dengan audio yang diambil dari suara sang adik. Aplikasi bernama Enrich yang bertema pelajaran bahasa Inggris buatannya beberapa waktu lalu yang didedikasikan untuk anak-anak itu telah menembus 75 negara.

"Ternyata di negara lain juga perlu pelajaran bahasa Indonesia," ujar Haryati Lawidjaja, dari Nokia Indonesia mengomentari bahwa negara yang berbahasa Inggris sebagai bahasa ibu pun perlu tahu bahasa negara lain.

Fahma hanyalah salah satu sekaligus contoh bahwa seorang anak 12 tahun pun mampu membuat aplikasi. Contoh lain untuk pembuatan aplikasi dalam tempo dua jam rampung, dialami oleh Deded. Pria asal Medan ini mengemas ide tentang belanja terencana agar uang tak ludes mendadak. Caranya dengan menggunakan aplikasi bernama Shop Planner. Menggagas aplikasi ini butuh waktu sekitar lima menit, aku Deded. Sedang untuk mengeksekusi jadi aplikasi hanya perlu sekitar 120 menit. Namun, aplikasi sederhana dengan empat menu utama ini sudah tersebar di 85 negara. Apalagi lantaran juga memakai bahasa Inggris.

Begitulah, warga Indonesia di mata Nokia (Asia Pasifik khususnya) dianggap orang-orang yang punya kreatifitas tinggi di dunia digital. Karena itulah Nokia merasa perlu mengenalkan sekaligus mengedukasi para developer dalam ajang Developer Matters.

Bahwa pasar sekarang ini mulai sadar akan pentingnya meningkatkan kemampuan ponselnya dengan aplikasi. "Di Asia Pasifik saja jumlahnya mencapai 17,7 persen yang membutuhkan aplikasi. Dan, Indonesia adalah pemimpin pasar," ujar Kenny Mathers, Head Developer Relations, Marketing Forum Nokia, APAC.

Berkaitan dengan para developer itu, Kenny merasa perlu membuat hubungan yang baik. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menurunkan biaya akses dari 50 euro menjadi 1 euro per developer. Selain itu, para developer yang tergabung dalam Forum Nokia akan memperoleh user ID dan password untuk memperoleh informasi sejauh mana aplikasi buatannya terjual dan berapa uang yang mereka terima."Setiap tiga bulan mereka akan memperoleh uang royalti," tambah Kenny.

Nokia memang sangat berkomitmen untuk membesarkan OVI Store-nya. Ada beberapa alasan yang membuat Nokia seharusnya mampu membuat toko lebih besar ketimbang platform lain. "Nokia telah menjual 175 juta ponsel pintar, 45 juta jenis ponsel touchscreen, dan 50 juta ponsel UI40," terang Kenny. Dengan modal yang amat besar itu tentu saja bisa dianggap pasar untuk aplikasi dari OVI sangat besar, bahkan lebih besar dari platform lain.

"Dengan ponsel Symbian^3 yang telah dirilis, tentunya aplikasi yang bisa diunduh akan semakin tinggi," jelas Haryati yang akrab dipanggil Fey itu. Perempuan ini menyebutkan pembeli Nokia N8 (ponsel pertama yang memakai Symbian^3), 70 persen di antaranya telah mengunduh OVI Store. "Artinya ada delapan aplikasi yang diunduh setiap dua minggu," tandasnya.

Data yang dilansir oleh Kenny, untuk dunia, pada bulan November 2010, rata-rata pengunduhan per hari telah mencapai 2,7 juta. Padahal pada September masih di angka 2 juta pengunduhan per hari.

Minat developer (baik perusahaan maupun perorangan) rupanya cukup tinggi. Pengalaman Nokia sewaktu menggelar workshop developer menyebutkan tanda positif. "Sebanyak 25 persen peserta sudah akses ke Forum Nokia, sedangkan 75 persen di antaranya telah mengirimkan aplikasi ke OVI Store," kata Upik M. Sidarta, Developer Relation Nokia Indonesia.

Dua sisi (kebutuhan konsumen untuk mengunduh dan kreativitas developer untuk membuat aplikasi) ini adalah tugas Nokia untuk mengembangkan OVI Store. Salah satunya adalah dengan menawarkan sistem billing khusus bernama flat rate yang lebih menarik bagi konsumen, dan tentu saja memberikan pendapatan bagi developer. Misalnya membuat sistem paket Rp 40 ribu untuk mingguan, atau Rp 100 ribu buat bulanan, khususnya agar konsumen dapat mengontrol pemakaian.

"Dengan sistem ini, operator juga mendapatkan keuntungan," kata Kenny. Operator tak harus mendapat komplain gara-gara tarif internet yang kerap bikin geram pelanggannya. Lewat tarif internet khusus ini pelanggan bisa memilih paket yang sesuai kebutuhan.

Pekerjaan Nokia untuk mengembangkan OVI store sebagai satu-satunya toko yang bisa diakses oleh tiga sistem operasi sekaligus (UI40, Symbian^3, dan MeeGo) memang tidak gampang. Namun Nokia yakin, ada tiga kunci yang harus dilakukan; menyajikan aplikasi yang menarik dan mudah diunduh (delivery), memudahkan developer untuk masuk menjadi anggota Forum Nokia dan membuat aplikasi, serta  meneruskan apa yang sudah dilakukan saat ini demi kepuasan pengguna.

Jika Fahma yang sudah bisa presentasi dengan bahasa Inggris bisa, mustinya lebih banyak aplikasi bisa dibuat dari tangan anak muda Indoensia. Yang sederhana saja dulu. Toh, justru yang simple yang laku diunduh.
READ MORE - Mudahnya Jadi Developer OVI

Satelit Telkom-3 Diluncurkan Tahun 2012



Untuk memperkokoh posisinya sebagai pemain terkemuka di bisnis telekomunikasi, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berniat meluncurkan satelit Telkom-3 pada tahun 2012. Satelit senilai 170 juta dollar AS tersebut, disiapkan sebagai pengganti satelit Telkom-2.

Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno berharap, keberadaan satelit baru itu membantu Telkom merangkul pelanggan baru. Di pasar seluler, jumlah pelanggan TLKM per akhir September 2010 bertambah 17 persen jika dibanding periode yang sama tahun lalu menjadi 93 juta pelanggan. Sedang penggguna internet tumbuh 56 persen year on year (yoy) dari 979.000 menjadi 1,5 juta pelanggan. Adapun pelanggan CDMA (Flexi) naik 13 persen menjadi 16,8 juta pelanggan.

Saat ini, Telkom masih menguasai pangsa pasar telekomunikasi domestik. Perinciannya, 99 persen pasar sambungan tetap (fixed line), 57 persen untuk fixed wireless, seluler 47 persen, serta layanan data dan internet hingga 70 persen.

Satelit bersama Selain Telkom-3, Telkom juga akan meluncurkan satelit baru bekerjasama dengan PT Indosat Tbk. Di bursa saham, sempat beredar spekulasi rencana peluncuran ini batal. Namun isu pembatalan itu dibantah Telkom maupun Indosat.

Vice President & Marketing Communications Telkom Eddy Kurnia mengatakan, proyek kerjasama satelit tetap berjalan sesuai dengan nota kesepahaman yang telah diteken kedua perusahaan.

Head of Public Relations Indosat Djarot Handoko menyatakan, kerjasama kini memasuki tahap pembahasan teknis. "Kami masih menyeleksi delapan pembuat satelit, mayoritas asing," ujar dia. Hasil seleksi baru ketahuan pada Januari 2011 mendatang. Setelah itu, baru Telkom dan Indosat merundingkan biaya yang harus ditanggung masing-masing.
READ MORE - Satelit Telkom-3 Diluncurkan Tahun 2012

Nokia Segera Rilis Ponsel-Ponsel Symbian^3



Tempo hari, Nokia menegaskan tiga platform yang akan menjadi kunci barisan produknya di masa depan. Masing-masing S40, Symbian^3, dan MeeGo. Dan, ponsel Symbian^3 tampaknya paling emmperoleh perhatian besar. Sementara MeeGo, belum ada informasi yang bisa disampaikan, seri apa yang akan meneruskan perjalanan Nokia N900 (yang waktu dirilis masih memakai OS Maemo). Padahal sebuah pabrikan bernama Neofonie telah merilis perangkat WeTab yang berbasis tablet internet dengan OS Maemo.

Konsentrasi Nokia Indonesia tampak serius betul merilis seri Symbian ^3. Setelah Nokia N8 yang merupakan pasukan pertama pemakai Symbian^3, bakal diteruskan oleh Nokia E7 yang tidak lain kelompok Communicator. Persiapan Nokia terlihat ketika memamerkan seri-seri seperti C7 dan seri C6-01. Ponsel kedua ini merupakan penerus seri C6 yang menggunakan dua interface layar sentuh dan keyboard QWERTY.

Nokia C7 merupakan alternatif lain di luar N8 yang selisih harganya terpaut sekitar Rp 1 jutaan lebih murah. Sekarang N8 dibanderol di kisaran Rp 5 jutaan. Kalau N8 sangat mengandalkan fungsinya sebagai perekam video dan foto lantaran memiliki kamera 12 MP, maka C7 tidak. Ia lebih didedikasikan untuk internet bergerak. Lihat saja, kameranya tak perlu memakai 12 MP, namun cukup dengan 8 MP saja dan sudah sesuai untuk keperluan memotret foto untuk segera dikirim ke situs foto atau jejaring sosial.

Karena itu pula sejumlah perangkat yang mendukung kegiatan berinternet tetap dipertahankan. Misalnya saja konektivitas yang meliputi jaringan GSM HSDPA maupun Wi-Fi. Lantas, ruang memori tetap dipertahankan besar dengan tambahan ekspansi memori. Dalam hal ini, fungsi multimedia adalah unggulan, terutama untuk menyimpan file video DivX.

Sementara itu, Nokia C6-01secara umum mirip spesifikasinya dengan C7. Namun tombol QWERTY sudah dilepas, tak seperti desain awalnya. Selain itu, ruang memorinya memang tak sebesar C7 atau N8.

Ponsel-ponsel Symbian^3 berada di segmentasi kelas mid ke high. Secara umum mereka termasuk early adopter yang sangat menyukai aplikasi. Maka wajar saja jika pada menjelang akhir tahun ini, Nokia Indonesia menggelontorkan setidaknya empat seri (N8, E7, C7, dan C6-01), sebab dengan begitu diharapkan Ovi Store tak akan sepi pengunjung. Apalagi bila, strategi untuk mengenalkan konsep flat rate dengan operator, sebuah konsep yang kira-kira mirip langganan BIS.
READ MORE - Nokia Segera Rilis Ponsel-Ponsel Symbian^3

Microsoft Kinect Jadi Bulan-bulanan Hacker

Kinect, perangkat tambahan untuk konsol game XBox 360, tidak hanya menarik perhatian konsumen. Hacker di berbagai belahan dunia pun geregatan untuk mengutak-atik mainan baru buatan Microsoft itu.

Teknologi yang diusung Kinect memang diakui keunggulannya. Bagaimana tidak, dengan perangkat ini orang dapat bermain game tanpa joystick dan tinggal menggerak-gerakkan anggota tubuhnya layaknya dalam film Minority Report. Sayangnya, Kinect hanya dirancang untuk bekerja di XBox 360. Inilah yang membuat para hacker tertarik untuk merekayasa agar Kinect bisa digunakan di perangkat lainnya tanpa dibatasi platform.

Bahkan sebuah perusahaan di New York, Adafruit Industries menawarkan hadiah 3000 dollar AS buat siapa saja yang pertama kali bisa membuat driver open source untuk Kinect agar bebas digunakan untuk apa saja. hector Martin dari Spanyol berhasil memenuhi tantangan ini, enam hari sejak Kinect diluncurkan 4 November 2010 lalu.

Martin berhasil mendemontrasikan penggunaan Kinect di laptopnya. Ia merewkam video saat Kinect digunakan untuk merekam bideo kualitas VGA dan saat tangannya digerakkan mendekati kamera terbentuk garis dengan warna berubah dari hijau ke merah. Uniknya, Martin tak punya XBox 360. Adafruit telah mengkonfirmasi kode yang dibuat Martin.

AlexP dari CodeLab dan NUI Group sebenarnya lebih dulu mendemokan driver Kinect untuk dipakai di Windows 7. Namun, hacker ini berharap lebih dengan membuka donasi hingga 10.000 dollar AS sehingga tidak mendapat hadiah Adafruit. Malah, ia hanya dapat 457 dollar AS yang kemudian didonasikan penuh ke Martin untuk melanjutkan proyek open source Kinect.

Hadirnya driver untuk Kinect yang bersifat open source memberi kesempatan para pengembang dan konusmen untuk memanfaatkan perangkat tersebut lebih banyak pilihan. Oliver Kreylos dari Universitas California, Davis, AS sudah memanfaatkannya untuk merekam video dalam format tiga dimensi (3D) dengan Kinect dari laptopnya. Kinect bahkan dilaporkan sudah bisa bekerja pada notebook denga Mac OSX.

Menanggapi aksi para hacker ini, juru bicara Microsoft seperti dilansir CNET menyatakan bahwa segala bentuk modifikasi terhadap perangkat buatannya tidak direkomendasikan karena penggunaan komponen hardware dan software telah dirancang agar perangkat tersebut bekerja stabil. Microsoft akan berupaya tersu meningkatkan kestabilan fungsinya dan mencegah penyalahgunaan perangkat buatannya oleh pihak lain.

Meski muncul resistansi dari Microsoft, nyatanya perangkat tersebut laku keras. Dalam 10 hari saja, sudah terjual satu juta unit dan diprediksi akan terjual hingga 5 juta unit di akhir tahun nanti. kalau dipikir-pikir, sukses Kinect seperti mengulang software Windows ya. Banyak dibajak dan tetap laku keras.
READ MORE - Microsoft Kinect Jadi Bulan-bulanan Hacker